1565 peserta berebut utk dapet 138 NIM berkode 6xxxx18xx milik FIK UNNES

Tidak mudah memang untuk memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dengan kode 6xxxx18xx bagi para peserta SBMPTN 2018. Hal ini karena selain harus mengikuti ujian tertulis dalam bentuk UTBK/UTBC, khusus bagi pendaftar yang akan masuk ke prodi di Fakultas Ilmu Keolahragaan haruslah mengikuti tes ketrampilan. Seperti halnya yang dilaksanakan oleh panitia SBMPTN UNNES Semarang yang mewajibkan peserta SBMPTN 2018 mengikuti tes Ketrampilan bagi pendaftar yang memilih Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) S1, Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKLO), Ilmu Keolahragaan (IKOR).

Sebanyak 1565 peserta harus berjuang mendapatkan nilai maksimal untuk mendapatkan 138 kursi di prodi tersebut. Rincianya adalah sebanyak 391 peserta untuk prodi IKORdengan kapasitas 48 siswa, 1124 untuk 56 kursi pada prodi PJKR, 529 peserta untuk 28 kuri pada PGPJSD, dan 753 untuk kuoata 60 siswa baru pada prodi PKLO.

Tes SBMPTN sendiri merupakan seleksi yang ke dua setelah sebelumnya dilakukan seleksi masuk mahasiswa baru dengan jalur SNMPTN secara Nasional. Setelah jalur SBMPTN akan dilanjutkan dengan SPMU bagi peserta yang belum lolos seeksi dan berminat masuk sebagai mahasiswa UNNES.

Seperti pada tahun tahun terdahulu, khusus pendaftar pada jurusan Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian ketrampilan. Pada ujian ketrampilan yang dilaksanakan di UNNES pada tanggal 9 dan 11 Mei 2018 ini dilaksanakan di Kampus FIK UNNES. Tes yang wajib dilakukan oleh para peserta adalah Tes Kesehatan dan postur, Tes lempar Tangkap Bola ke Dinding (Wallpass), Lompat Tegak (Vertical Jump), Tes Sit-up , Tes Push-up , Tes Kelincahan (Illinois Agility Run Test),  Daya Tahan kardiorespiratori (Lari 1600m)

Bagi peserta yang memiliki prestasi dilakukan ujian tambahan berupa ujian prestasi. Tes ini dilakukan dengan menguji etrampilan sesuai dengan bidang olahraga masing masing, selain itu peserta juga diwajibkan untuk memverivikasikan sertifikat atau penghargaan dalam kejuaraan minimal setingkat daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: