PJKR Menuju Standar Asian University Network Quality Assurance (AUN-QA)

aun

Bandung – Dalam rangka meningkatkan kualitas sesuai standar Asian University Network Quality Assurance (AUN-QA), Jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) FIK Unnes melakukan Benchmarking (studi banding) ke Prodi Biologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

10 orang diberangkatkan untuk melakukan studi banding tersebut. Mereka terdiri atas manajemen jurusan, beberapa dosen PJKR, serta Tim Penjaminan Mutu.

“Mengapa Prodi Biologi UPI Bandung yang dipilihi? Hal ini dikarenakan mereka telah berhasil memperoleh AUN-QA terlebih dahulu”, ujar Mugiyo Hartono selaku Pimpinan Tim yang juga merupakan Ketua Jurusan PJKR.

Kegiatan yang dilakukan tanggal 21-22 November 2016 ini  bertujuan untuk mendapatkan gambaran awal dan informasi yang jelas bagi prodi PJKR dalam usahanya menyongsong AUN-QA. Sehingga diharapkan setelah ini, Jurusan PJKR juga segera memperoleh standar AUN-QA, lanjutnya.

 

Tri Rustiadi Raih Doktor

tri-rus3

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (UNNES) Drs. Tri Rustiadi M.Kes raih gelar doktor setelah mengikuti ujian terbuka program studi Pendidikan Olahraga, Program Pascasarjana UNNES, Rabu (23/11) di kampus Bendan Ngisor. Dengan demikian jumlah doktor yang dimiliki FIK bertambah menjadi 18 orang.

Dia mengikuti ujian terbuka di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Prof Dr Achmad Slamet MSi, Prof Dr Tomoliyus MS, Dr Setya Rahayu MS, Prof Dr Tri Joko Raharjo MPd, Dr Sulaiman MPd, Dr Indah Sri Utari SH MHum, Prof Dr Soegiyanto KS MS, dan Prof Dr Tandiyo Rahayu MPd.

Tri Rustiadi berhasil mempertahankan disertasinya berjudul Modal Sosial Masyarakat KONI sebagai Potensi Kelembagaan dalam Pengelolaan dan Pembinaan Keolahragaan yang Menunjang Pelaksanaan UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada KONI Jawa Tengah dengan predikat memuaskan.

Pelaku, organisasi, dana, sarana dan prasarana olahraga, peran serta masyarakat, penunjang termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan industri olahraga termasuk subsistem keolahragaan nasional. Interaksi antar subsistem perlu diatur guna mencapai tujuan keolahragaan nasional dan dapat dirasa manfaatnya. Namun, ditemukan hal-hal yang tidak sesuai pasal 40 tentang penyusunan kepengurusan komite olahraga nasional yang harus bersifat mandiri. Berdasar data pendahuluan, pengurus inti KONI Jawa Tengah masih dijabat oleh pejabat publik.

Menurut Tri Rustiadi, melihat kenyataan itu, saya tertarik untuk mengkaji perubahan karakteristik modal sosial terhadap pelaksanaan kinerja KONI.

KONI dipahami sebagai organisasi yang memiliki modal sosial yang berperan mengelola dan membina keolahragaan. Namun, KONI dililit keterbatasan ekonomi maupun sumber daya manusianya. Maka ditawarkan model konstruksi organisasi KONI yang responsif bagi pemberdayaan masyarakat olahraga, jelasnya.

Pemberdayaan masyarakat KONI strategi yang tepat untuk mengatasi masalah masyarakat KONI. Strategi ini dapat melalui pengembangan komunikasi sosial, jejaring, kepercayaan, mengintegrasikan aliansi mitra strategis ke dalam program KONI serta melakukan pendekatan langsung kepada kelompok sasaran.

Tri Rus menyatakan, modal sosial sebagai kekuatan internal KONI dirancang dan dikembangkan dalam lima elemen utama yang mendukung pemberdayaan KONI sebagai penguat masyarakat olahraga yakni kerakyatan sebagai ideologi, pembebasan sebagai tujuan, pemberdayaan sebagai fungsi, keadilan sosial sebagai kebijakan yang diagendakan, dan direksi sebagai metode.

Sumber : unnes.ac.id

Mr. ONG ( ITE ) Berbicara Pendidikan Jasmani

ong

Semarang – Kamis (17/11) Dalam rangka menghasilkan lulusan yang terampil, mandiri, dan mampu bersaing dalam dunia global serta berkompeten dibidangnya, Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes mengadakan Guest Lecturer bagi mahasiswa program sarjana dan pascasarjana baik S2 maupun S3. Sebagai pembicara adalah Mr. Raymond Ong Beng Chee dari Institute of Technicall Eduction, Singapura.

Kuliah umum yang berlangsung di Gedung Dekanat lantai 3 ini dihadiri oleh 200 mahasiswa. Dalam materinya, Mr. Ong mengajak peserta mengerti esensi kompetensi calon pendidik  pendidikan jasmani. Mengingat pentingnya Pendidikan Jasmani dalam membentuk karakter, fisik, ketrampilan dan kognisi siswa di sekolah. Beliau juga menekankan bahwa idealnya pendidikan jasmani itu dilakukan setiap hari. Hal ini untuk membudayakan aktifitas fisik sepanjang hayat.

Camp Manuskrip Menuju Publikasi Internasional

utc

Untuk meningkatkan publikasi jurnal internasional terindeks dan bereputasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan menyelenggarakan workshop publikasi internasional terindeks dan bereputasi melalui camp manuskrip bagi tenaga pendidik di University Training Center (UTC) Jalan Kelud Raya Semarang.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dihadiri oleh 58 tenaga pendidik yang terdiri dari perwakilan masing-masing jurusan.

Sebagai narasumber pada workshop tersebut adalah  Rizky Abdullah, Ph.D dan dr. Ronny Lesmana, M.Kes, AIFO, Ph.D. Keduanya merupakan dosen Universitas Padjadjaran Bandung. Pengajar di Departement of Pharmacology and Clinical Pharmacy Faculty of Pharmacy Universitas Padjadjaran Bandung tersebt telah berulang kali meloloskan hasil penelitiannya ke jurnal internasional terakreditasi.

Dalam sambutannya Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd. mengajak para peserta agar dapat mengikuti manuskrip camp ini dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kemampuan para dosen dalam membuat penelitian dan lolos ke jurnal internasional terindeks. Beliau juga akan memberika reward bagi dosen yang penelitiannya berhasil masuk baik dalam jurnal nasional maupun jurnal internasional terindeks.

IKM Jaring Aspirasi dengan Audiensi

audiensi-ikm

Dalam rangka menerima dan menampung aspirasi dari mahasiswa seputar akademik, pelayanan dan sarana prasarana, Jurusan Ilmu Kesehatan masyarakat mengadakan audiensi jurusan pada Kamis(10/11). Audiensi bertempat di Ruang Rapat Prof. Husain Argasasmita FIK ini dihadiri seluruh manajemen jurusan ilmu kesehatan masyarakat dan fakultas.

Hal yang sering ditanyakan oleh mahasiswa adalah peluang IKM menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat. Tentunya bukan hal yang baru bila mahasiswa jurusan IKM sangat mendambakan menjadi fakultas tersendiri. Dikarenakan dengan menjadi fakultas tersendiri maka pengelolaan dan pengembangan akan lebih mudah dibandingkan bila masih menjadi jurusan.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa juga berharap penerapan kawasan bebas rokok di sekitar kampus FIK. Seperti diketahui pencanangan kawasan bebas rokok telah lama diadakan di lingkungan kampus FIK. Bahkan anjuran spanduk dan logo dilarang merokok telah ditempel dibeberapa lokasi. Lokasi yang memang dilarang untuk merokok adalah didalam ruang kantor, di dalam ruang perkuliahan, di perpustakaan, laboratorium dan tempat umum. Namun masih banyak oknum mahasiswa dan dosen yang belum sadar akan himbauan tersebut sehingga masih merokok di kawasan bebas rokok. Diantara lokasi yang masih sering dijumpai banyak perokok adalah di kantin dan di gazebo. Kedepan diharapkan himbauan kawasan dilarang merokok agar lebih diperhatikan dan dapat terlaksana dengan tertib.

FIK Gandeng Ungaran Timur Wujudkan Lab Kesmas

kalongan

Kalongan (9/11), Fakultas Ilmu Keolahragaan menjalin kerjasama dengan Kecamatan Ungaran Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Ungaran, dan Puskesmas Kalongan. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Ungaran Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Manajemen Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Perwakilan Mahasiswa, Camat Ungaran Timur, Kepala Puskesmas Kalongan, Kepala Desa, dan Bidan Desa di Kecamatan Ungaran Timur.

Untuk kegiatan awal, akan dilaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa jurusan ilmu kesehatan masyarakat. Pada bulan ini mahasiswa akan memulai untuk pengambilan data awal, dan menganalisis permasalahan kesehatan yang ada di Kecamatan Ungaran Timur.

Diharapkan dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan peran Fakulas Ilmu Keolahragaan dalam mengaplikasikan  tri dharma perguruan tinggi. Selain itu juga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Ungaran Timur.

KUNJUNGAN KKL UNIVERSITAS NEGERI MALANG

pklo-malang

Semarang – Senin (7/11) Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKLO) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang menerima kunjungan KKL dari mahasiswa jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Malang (UM). Bertempat di gedung Prof. Husein Argasasmita, ke-74 mahasiswa UM tersebut bertujuan untuk berbagi pengetahuan mengenai metode pembelajaran ilmu kepelatihan khusus dengan dosen-dosen PKLO FIK UNNES.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian informasi oleh ketua jurusan PKLO FIK UNNES Soedjatmiko M.Pd., mengenai profil jurusan, problematika pembelajaran dan solusinya. Dilakukan juga tanya jawab antara manajemen jurusan  dengan mahasiswa KKL UM mengenai strategi dan langkah-langkah yang dilakukan sehingga dapat memiliki peran penting dalam memajukan pendidikan dan kepelatihan.

Rangkaian kegiatan KKL UM diakhiri dengan pertandingan persahabatan, antara lain pertandingan bolavoli dan sepakbola. Kegiatan ini diharapkan untuk mempererat hubungan antarmahasiswa UM dan UNNES.

Temu Wali Mahasiswa Baru 2016

temu-wali

Peran serta orang tua/wali dalam keberhasilan mahasiswa selama menempuh studi merupakan salah satu faktor penting dan tidak dapat diabaikan. Berbagai informasi baik akademik dan non-akademik dapat membantu orang tua/wali mahasiswa dalam melakukan pengawasan terhadap mahasiswa selama menempuh studinya, sehingga diperoleh prestasi sesuai yang diharapkan dan lulus tepat waktu. Sabtu (5/11) Seluruh manajemen fakultas dan jurusan di lingkungan FIK Unnes melakukan temu orang tua/wali untuk mengenalkan program-program akademik dan non-akademik yang dimiliki FIK Unnes.

Dalam sambutannya Dekan menyampaikan kompetensi lulusan dan peluang profesi lulusan dari berbagai prodi. Beliau juga berpesan kepada seluruh orang tua/ wali untuk dapat mendorong putra/putrinya berperan aktif dalam berbagai kegiatan di kampus. Karena saat ini FIK Unnes memiliki berbagai program unggulan diantaranya FIK Goes to Public, Outbound Sport Students Exchange, Inbound Sport Student Exchange, International Teaching Practice, Tranfer Credit Program dan pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi negeri lain.

Acara yang berlangsung di Gedung Laboratorium Olahraga Prof. Soegijono ini dihadiri 400 orang tua/ wali mahasiswa yang terdiri dari 4 prodi, yaitu PJKR, PKLO, IKOR dan IKM. Selain temu orang tua/ wali mahasiswa baru tahun 2016, pada siang harinya digunakan untuk mengundang orang tua/ wali mahasiswa angkatan 2010 guna memberikan kiat-kiat percepatan studi.