Lagi, Mahasiswa FIK Sumbang Medali PON XIX

taekwondo2-copy

Bandung – Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes kembali menyumbang medali untuk kontingen Jawa Tengah pada PON XIX Jawa Barat. Selasa (27/9) Nabila Amalia Umu Aimin mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan ini berhasil meraih medali emas setelah pada final nomor Gyorugi Feather Bawah 57 Kg mengalahkan Annisa Chyntia Media atlet tuan rumah Jawa Barat dengan skor 4-3 di Gymnasium FPOK UPI. Ini merupakan medali emas pertama yang ditunggu-tunggu oleh tim taekwondo Jawa Tengah.

Pada saat penyerahan medali, putri pasangan Muhammadbshofie dan Puji Triyani ini mendapat kesempatan dikalungi medali oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP yang selama final berlangsung menyaksikan dengan sangat antusias.

Gadis yang lahir pada 7 Juli 1995 ini juga mendapatkan ucapan selamat langsung dari Rektor dan Wakil Rektor Unnes pada saat jamuan makan malam atas prestasi yang telah diraihnya.

FIK Kirim Mahasiswa ke Luar Negeri

kredit-transfer

Semarang – Menindaklanjuti kerjasama luar negeri yang dilakukan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang dengan MSU-IIT Philippines dan Kasetsart University Thailand, FIK Unnes mengirimkan 3 mahasiswanya untuk mengikuti program credit transfer ke perguruan tinggi tersebut selama 1 semester.

Mereka adalah Akhmad Fajri Widodo Jurusan PKLO dan Mat Rofin Jurusan PJKR akan berangkat ke MSU-IIT Philippines, sedangkan Miranda dari Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat akan ke Kasetsart University Thailand.

Senin (26/9) bertempat di ruang Dekan gedung Dekanat FIK Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd melepas ketiganya yang sebelumnya pada hari yang sama mereka juga telah berpamitan kepada Rektor Unnes.

Dengan adanya credit transfer ini diharapkan mahasiswa memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih lengkap, mengasah IQ dan EQ, dan sebagai pembanding untuk mengukur kualitas lembaga di tingkat ASEAN serta pada saat lulus nanti, mahasiswa mampu memiliki daya saing yang unggul dalam menghadapi MEA, ujar Prof Tan panggilan akrab beliau.

Seminar Nasional oleh Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat

seminar

Masih dalam rangkaian (IPHPS) 2016 yang diselenggaran IKM FIK Unnes, Jumat (22/9) dengan tempat yang sama Jurusan IKM menyelenggarakan Seminar Nasional. Seminar yang diikuti 420 peserta tersebut mengambil tema “Akselerasi Pembangunan Kesehatan Yang Berbasis Teknologi Dan Terintgrasi Dengan Kebijakan Pembangunan Nasional”  dan menghadirkan Hendrar Priadi, SE, M.M sebagai Walikota Semarang yang dalam kesempatan hari ini diwakilkan oleh staff khususnya, Prof. Dr. Dr. Oktia Woro.K.H, M.Kes sebagai Guru Besar Kesehatan Masyarakat, dr. Adang Bachtiar, M.PH, Sc.D Sebagai Ketua IAKMI dan dr. Agustin Kusumayati M.Sc, Ph.D sebagai Ketua UKSKMI.

Dalam materinya, Walikota Semarang menunjukkan bagaimana Kota Semarang menuju Smart City dimana semua pembangunan akan segera dipercepat dan terintegrasi dengan Teknologi Informasi. Dimana salah satu pokok utamanya adalah pembangunan kesehatan. Ke depan Kota Semarang akan dibebaskan biaya berobat bagi warga yang sakit.

Materi ke dua disampaikan oleh dr. Agustin Kusumayati M.Sc, Ph.D yaitu “Profesionalisme Sarjana Kesehatan Masyarakat Dalam Pembangunan Kesehatan” sedangkan materi tentang profil pendidikan kesehatan di sekolah dasar Se-Kota Semarang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Oktia Woro.K.H, M.Kes.

Selain pemaparan oleh para pakar, kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dilanjutkan dengan presentasi oral dan poster oleh para peserta dengan topik biostatistika, epidemiologi, kesehatan lingkungan, promosi kesehatan dan ilmu perilaku, administrasi kesehatan masyarakat, gizi masyarakat, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan olahraga dan pendidikan kesehatan sekolah.

Keberhasilan AIPTKMI dan IAKMI menghasilkan KomNas UKSKMI serta pengakuan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) atas profesi kesehatan masyarakat di Indonesia merupakan permulaan kebangkitan profesi ini. Tantangan berikutnya muncul baik dari institusi pendidikan, internal organisasi profesi, serta profesi kesehatan lain. Tantangan dimulai dari masih tingginya disparitas mutu pendidikan kesehatan masyarakat di Indonesia. Dari internal organisasi, IAKMI memiliki banyak agenda pengembangan profesi yang belum tercapai. Kehadiran PERSAKMI juga menjadi tantangan untuk semakin mendorong semangat IAKMI dalam pengembangan profesi. IAKMI dan AIPTKMI juga menghadapi kendala hingga sampai saat ini belum ada hasil nyata terbentunya profesi kesmas level 7 KKNI. Tantangan dari profesi lain juga tidak kalah hebat. Saat ini telah lahir jenis tenaga kesehatan baru, yaitu dokter layanan primer (DLP).  Berbagai tantangan lain juga menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat untuk mewujudkan cita-cita profesi kesehatan masyarakat.

Memperhatikan carut marut pengembangan profesi kesehatan masyarakat di atas, maka dipandang perlu adanya forum ilmiah sebagai ikhtiar nasional pengembangan profesi kesehatan masyarakat. Forum tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan yang dapat memperbaiki peta jalan menuju profesi.

Semoga dengan adanya seminar ini dapat memecahkan masalah kesehatan dan dapat membantu percepatan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Tahun Pertama IPHPS oleh Jurusan IKM

ikm

Bertempat di Ruang Merapi Ballroom Hotel Gracia Semarang, Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES menyelenggarakan acara nasional Indonesian Public Health Perspective Series (IPHPS) 2016. Rangkaian acara dalam IPHPS yang diselenggarakan adalah pelatihan pengelolaan jurnal dan penulisan artikel jurnal terakreditasi nasional, simpsoium kesehatan masyarakat, seminar nasional dan call for paper serta Indonesian Public Health Student Forum (IPHSF).

Acara yang berlangsung 2 hari (22-23/9) ini dibuka  Wakil Rekor Bidang Kerjasama Unnes. Ini merupakan tahun pertama yang dilaksanakan dan Jurusan IKM FIK Unnes sebagai tuan rumahnya.

Pelatihan pengelolaan jurnal merupakan hasil kerjasama dengan Jurnal KEMAS yang notabenenya sudah terakreditasi nasional. Dengan digawangi Prof. Dr. dr. Oktia Woro, selaku Ketua Dewan Redaksi, diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola jurnal dan menulis artikel di jurnal terkreditasi nasional.

Bersamaan dengan pelatihan pengelolaan jurnal, diadakan pula kegiatan simposium yang merupakan hasil kerjasama antara Jurusan IKM dan Pengda IAKMI Jateng. Tema yang diusung dalam simposium ini adalah Pengembangan Diklat Fungsional Profesi Kesehatan Masyarakat serta Peran dan Kontribusi Organisasi Profesi Kesehatan Masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan, dengan narasumber Taufik Kurrachman, S.K.M., M.Kes. (Kepala Bapelkes Gombong), Faiza Munabari, M.Kes. (Master Asesor BNSP), Dedi Supartaman (Sekjen IAKMI Pusat), Hanifa Maher Denny, Ph.D. (Ketua PERSAKMI), serta Ketua dan Sekjen Pengda IAKMI Jateng. Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan Rakor Pengda IAKMI Jawa Tengah yang membahas topik STR yang sedang hangat diperbincangkan di kalangan praktisi kesehatan masyarakat. Peserta sebagian besar adalah para pengurus cabang IAKMI Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan lain, Rudatin Windraswara, M.Sc., selaku Ketua Panitia berharap tujuan rangkaian kegiatan IPHPS  untuk meningkatkan atsmosfer akademik dan jejaring di kalangan akademisi dan praktisi bidang kesehatan masyarakat dapat terwujud. Dan dimasa yang akan datang, seri-seri kegiatan IPHPS dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat topik yang sedang kekinian

Rektor Lepas 94 Atlet PON XIX Jawa Barat

94

Sebanyak 94 atlet dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dilepas oleh Rektor Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-19 di Jawa Barat, Jumat (9/9) di halaman dekanat Fakultas Ilmu Keolahragaan kampus Sekaran Gunungpati.

Mereka akan bergabung dengan atlet lain untuk mendukung Jawa Tengah (Jateng) di PON yang akan berlangsung pada 17-29 September mendatang.

Rektor menyampaikan bahwa dengan olahraga akan membangun banyak hal selain mengukir prestasi, tetapi juga sportifitas karena olahraga merekatkan berbagai perbedaan. Olahraga bukan hanya membawa kita kepada prestasi dalam bidang olahraga, tetapi juga karakter yang mulia karena inlah yang sesungguhnya menjadi hakekat dalam olahraga.

Rektor juga berpesan agar atlet berangkat dengan optimisme, selalu mengukir semangat dan membangun prestasi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd. mengatakan bahwa atletnya telah mengikuti program latihan yang tepat dan kini atletnya dalam keadaan prima untuk siap bertanding.

Dalam PON ke-19 ini, ke-94 atlet UNNES ini akan berlaga di 24 Cabang Olahraga (Cabor) yakni sepaktakraw, hoki, senam, anggar, pabbsi, atletik, basket, voli indoor, voli pantai, bridge, catur, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, selam, squash, taekwondo, tarung derajat, tenis, wushu, petanque.

Sumber : unnes.ac.id

FIK Kirim 14 Dosen Ke ACPES 2016

acpes-2016

Dalam rangka mendukung Unnes menjadi World Class University, Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes mengirimkan 14 Tenaga Pengajarnya untuk mengikuti Asean Council of Physical Education and Sport (ACPES) 2016. Mereka adalah Tandiyo Rahayu, Setya Rahayu, Taufiq Hidayah, Heny Setyawati, Rico Irawan, Imam Santoso, Billy Castyana, M. Arif Ali, Siti Baitul M, Agus Darmawan, Dhias Permana P, Sungkowo, Anggit Wicaksono dan Fery Darmanto.

Asean Council of Physical Education and Sport adalah Organisasi yang beranggotakan Srinakharinwirot University Thailand , Mahasarakham University Thailand , PESS NIE NTU Singapore , Universitas Putra Malaysia , Mindanao State University – Iligan Institut Teknologi Filipina , Kasetsart University Thailand , Chulalongkorn University Thailand , dan dan Institut Teknis Pendidikan Singapura.

Dekan FIK Prof.Dr. Tandio Rahayu, M.Pd. mengungkapkan, sejak 2011 UNNES menjadi  anggota ACPES (dulu AUCPESS) sehingga berkewajiban aktif mengirim pemakalah dalam tiap konferensi.

Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan ACPES, dan Phillipina yang diwakili oleh Mindanao State University-Iligan Institut Teknologi menjadi tuan rumah. Sebelumnya Indonesia yang diwakili oleh Unnes, pada tahun 2015 telah menjadi tuan rumah. Kegiatan tersebut berlangsung 2-5 September 2016.