Wejangan Rita Subowo, mantan KASAL dan guru besar FIK

Masih dalam serangkaian dies natalis ke 51 Unnes, FIK UNNES menyelenggarakan Seminar Olahraga yang mengambil tema konservasi nilai nilai keolahragaan melalui Olympic movement. Bertempat di Auditorium Kampus Unnes Sekaran Gunung Pati, rabu(2/3). Seminar yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh FIK Unnes kali ini mendatangkan Dr.(HC) Rita Subowo,SE yang merupakan Doktor honoris Causa yang diberikan Oleh Unnes, sedangkankan pembicara kedua adalah Laksamana TNI(Purn) Achmad Sutjipto yang merupakan mantak Kepala Staf Angkatan Laut TNI( KSAL) yang saat ini menjabat ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Kemenpora dan pembicara ketiga adalah Prof. Dr. Soegiyanto, KS,MS yang merupakan guru besar FIK Unnes.

Seperti kita ketahui bersama, olahraga merupakan salah satu cara membuat nama bangsa kita harum di kancah internasional, namun beberapa tahun belakangan prestasi Negara kita tidak mampu lagi mempertahankan supremasinya di kancah kejuaraan tingkat Internasional, bahkan di tingkat regional Asia Tenggara juga prestasi kita hanya berada di papan tengah. Olehnya dalam seminar kali ini ingin mendatangkan Dr(HC) Rita Subowo, SE yang saat ini menjabat OCA Vice President dan OCA Coordinator for 18th Asian games 2018. Dalam materinya Rita Subowo memaparkan bahwa penanaman nilai nilai olimpisme di lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun sikap positif pada diri mahasiswa/ siswa. Permasalahan yang mendasar saat ini adalah berkembangnya sikap negative karena dampak globalisasi, memudarnya nasionalisme dan berfikir secara instan yang mengakibatkan saat ini masyarakat Indonesia melupakan Jatidirinya sebagai bangsa yang ramah dan gotong royong dan SDM Indonesia kurang memiliki daya saing di berbagai sector termasuk di olah raga. Sehingga penanaman 3 nilai luhur olimpisme sangat perlu dimulai sejak bangku pendidikan. Nilai nilai olimpisme tersebut adalah bersikap RESPECT atau saling menghargai sesama, EXCELLENCE atau berbuat terbaik hingga prestasi maksimal dan FRIENDSHIP yaitu bersikap bersahabat dengan sesame dan mengutamakan perdamaian.

Dalam paprannya, Achmad Sutjpto menyampaikan pembangunan olahraga nasional dalam rangka pengutan daya saing atlet di ajang internasional . Esensi prima dengan menciptakan atlet andalan nasional yang mampu berprestasi di tingkat internasional, sedangkan atlet andalan nasional adalah olahragawan yang terpilih melalui seleksi prima sesuai ketentuan yang berlaku, mengikuti pelatihan secara teratur dan kejuaraan dengan penuh dedikasi untuk meraih prestasi dan pelatihan altet prima dengan menggunakan program kepelatihan performa tinggi.keunggulan olahraga sendiri dapat ditinjau dari 3 perspektif dan dimensi yaitu keunggulan dalam proses, keunggulan sebagai outcome dari system manajemen prestasi dan keunggulan sarat dengan tata nilai.

Diharapkan pada seminar ini dapat memupuk semngat olahraga dalam rangka konservasi, bukan hanya dalam bentuk fisik damun konservasi dalam bentuk budaya. (tp91)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: