Goes to Public, FIK makin memasyarakat

FIK GOES TO PUBLIC

Goes to public, adalah kata yang sering kita dengar sekarang ini. Kata ini pulalah yang akhirnya dipakai oleh FIK Unnes untuk lebih memasyarakat di lingkungan sekitar. Kegiatan yang pertama kali digelar oleh FIK UNNES di Lounching oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr.Bambang Budi Raharjo,M.Si. laounching FGP ini dilakukan di jalan Pahlawan Semarang bertepatan dengan acara Car Free Day yang rutin berlangsung tiap minggunya.

Fik Goes To Public ini diprakarsai oleh Dekan FIK Prof. Tandiyo Rahayu dengan mengusung tema Aklerasi Inovasi untuk meraih prestasi. Dalam acara yang rencananya rutin diselenggarakan setiap minggu pagi di acara Car Free Day ini FIK Unnes akan menyelenggarakan senam masal gratis, massage / pijat kesehatan, pengukuran tekanan darah, konsultasi gizi, pengukuran kekuatan otot baik lengan, tungkai maupun otot punggung yang semuanya dilakukan oleh mahasiswa FIK.

Dalam sambutannya saat pembukaan, WR III Unnes Dr. Bambang B.R M,Si menyampaikan bahwa tujuan dari FIK Goes To Public yang di pertama kali dilakukan oleh Unnes dan dimotori oleh FIK adalah pertama untuk mengenalkan ke masyarakat bahwa di dalam Unnes terdapat Fakultas Ilmu Keolahragaan yang selama ini telah berhasil mencetak atlet atlet tingkat PON dan Seagames. Kemudian tujuan berikutnya adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan tinggi yang ke tiga yaitu pengabdian masyarakat. WR III mengharapkan bahwa apa yang didapat oleh mahasiswa di bangku kuliah dapat diterapkan di masyarakat.

Acara yang juga dihadiri oleh rektor Unnes Prof. Fathurahman, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan kepala BNI kantor Cabang Unnes ini memang sengaja di gelar di jalan pahlawan bersamaan dengan car free day. Hal ini dimaksudkan agar lebih mengena ke masyarakat mengingat di dalam acara car free day terdapat banyak warga yang mendatangi kawasan simpang lima sehingga warga dapat langsung memanfaatkan pelayanan gratis yang disediakan oleh FIK Unnes.

Sukses dan jayalah FIK. Salam Olahraga( TP91)

Wejangan Rita Subowo, mantan KASAL dan guru besar FIK

Masih dalam serangkaian dies natalis ke 51 Unnes, FIK UNNES menyelenggarakan Seminar Olahraga yang mengambil tema konservasi nilai nilai keolahragaan melalui Olympic movement. Bertempat di Auditorium Kampus Unnes Sekaran Gunung Pati, rabu(2/3). Seminar yang rutin diadakan setiap tahunnya oleh FIK Unnes kali ini mendatangkan Dr.(HC) Rita Subowo,SE yang merupakan Doktor honoris Causa yang diberikan Oleh Unnes, sedangkankan pembicara kedua adalah Laksamana TNI(Purn) Achmad Sutjipto yang merupakan mantak Kepala Staf Angkatan Laut TNI( KSAL) yang saat ini menjabat ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Kemenpora dan pembicara ketiga adalah Prof. Dr. Soegiyanto, KS,MS yang merupakan guru besar FIK Unnes.

Seperti kita ketahui bersama, olahraga merupakan salah satu cara membuat nama bangsa kita harum di kancah internasional, namun beberapa tahun belakangan prestasi Negara kita tidak mampu lagi mempertahankan supremasinya di kancah kejuaraan tingkat Internasional, bahkan di tingkat regional Asia Tenggara juga prestasi kita hanya berada di papan tengah. Olehnya dalam seminar kali ini ingin mendatangkan Dr(HC) Rita Subowo, SE yang saat ini menjabat OCA Vice President dan OCA Coordinator for 18th Asian games 2018. Dalam materinya Rita Subowo memaparkan bahwa penanaman nilai nilai olimpisme di lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun sikap positif pada diri mahasiswa/ siswa. Permasalahan yang mendasar saat ini adalah berkembangnya sikap negative karena dampak globalisasi, memudarnya nasionalisme dan berfikir secara instan yang mengakibatkan saat ini masyarakat Indonesia melupakan Jatidirinya sebagai bangsa yang ramah dan gotong royong dan SDM Indonesia kurang memiliki daya saing di berbagai sector termasuk di olah raga. Sehingga penanaman 3 nilai luhur olimpisme sangat perlu dimulai sejak bangku pendidikan. Nilai nilai olimpisme tersebut adalah bersikap RESPECT atau saling menghargai sesama, EXCELLENCE atau berbuat terbaik hingga prestasi maksimal dan FRIENDSHIP yaitu bersikap bersahabat dengan sesame dan mengutamakan perdamaian.

Dalam paprannya, Achmad Sutjpto menyampaikan pembangunan olahraga nasional dalam rangka pengutan daya saing atlet di ajang internasional . Esensi prima dengan menciptakan atlet andalan nasional yang mampu berprestasi di tingkat internasional, sedangkan atlet andalan nasional adalah olahragawan yang terpilih melalui seleksi prima sesuai ketentuan yang berlaku, mengikuti pelatihan secara teratur dan kejuaraan dengan penuh dedikasi untuk meraih prestasi dan pelatihan altet prima dengan menggunakan program kepelatihan performa tinggi.keunggulan olahraga sendiri dapat ditinjau dari 3 perspektif dan dimensi yaitu keunggulan dalam proses, keunggulan sebagai outcome dari system manajemen prestasi dan keunggulan sarat dengan tata nilai.

Diharapkan pada seminar ini dapat memupuk semngat olahraga dalam rangka konservasi, bukan hanya dalam bentuk fisik damun konservasi dalam bentuk budaya. (tp91)

FIK UNNES menguji Atlet PON Jateng

Sebanyak 500 dari 63 cabang olahraga dari atlet PON jateng melakukan tes fisik di lingkungan kampus FIK Unnes. Tes fisik yang dilakukan oleh tim Gugus pengujian dari laboratorium Uji Olahraga dan Kesehatan FIK Unnes dilakukan pada jumat-minggu( 26-28/2). Tim yang di pimpin oleh Ipang Setiawan SPd, M.Pd ini melakukan pengukuran atas kerjasama FIK UNNES dan KONI Jateng. Kegiatanyang rutin dan telah terjalin selama bertahun tahun ini dilakukan untuk menguji fisik dan kesehatan atlet atlet PON jateng. Sehingga dari hasil pengujian didapatkan hasil bagaimana kondisi fisik atlet dan latihan serta tritmen yang bagaimanakah yang sesuai untuk masing masing atlet untuk meningkatkan kemampuannya. Beberapa jenis tes fisik yang dilakukan adalah tes lari 15 menit, tes vertical jump, tes fleksibilitas dan tes kecepatan. Ada yang menjadi pertanyaan oleh para atlet, yaitu perlukah atlet yang tidak memerlukan fisik yang kuat seperti bridge dan catur juga harus mengikuti tes indurance atau tes daya tahan. Tes daya tahan yang dilakukan kali ini adalah dengan tes lari 15 menit. Sebetulnya semua olahraga jenis apapun diperlukan tes endurance. Hal ini untuk menguji daya tahan, daya tahan ini diperlukan oleh tubuh untuk menghadapi lamanya pertandingan, stress dan pressure saat bertanding. Bila daya tahan atlet bagus, maka atlet tersebut tidak mudah lelah dan semangat dapat terjaga. Semoga dari hasi pengujian didapatkan atlet atlet dengan kualitas prima dan dapat membawa harum nama jawa tengah dalam PON