Workshop Pembuatan bahan ajar Jurusan Kesehatan Masyarakat

Semarang(18/2), bertempat di Hotel Noormas Semarang, jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat menggelar Workshop Penyusunan perangkat perkuliahan semester genap tahun 2015/2016. Dalam workshop yang dilangsungkan selama sehari penuh turut mengundang dr. Agustin Kusumayati, M.Sc, Ph. D yang juga merupakan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) sebagai pembicara. Alasan mengapa mengundang beliau adalah selain karena FKM UI merupakan sesepuh para FKM se- Indonesia yang sudah banyak pengalaman juga dikarenakan dr. Agustin Kusumayati, M.Sc, Ph. D merupakan ketua I Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).IAKMI sendiri merupakan organisasi profesi yang melindungi dan berisikan para ahli kesehatan masyarakat dari berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Dekan FIK Prof.Tandiyo Rahayu menyampaikan bahwa IKM Unnes saat ini memasuki babak baru, hal ini karena IKM Unnes untuk tahun 2016 ini mendapatkan gedung baru. Selain sebagai ruang pekuliahan, gedung baru tersebut juga disiapkan untuk Ruang Dosen, Ruang Administrasi, Ruang pengembang Jurnal hingga Ruang laboratorium. Sehingga bisa dikatakan mulai tahun 2016 IKM Unnes benar benar menggunakan gedung baru untuk Proses Belajar Mengajar. Selain itu Prof. Tandiyo mengharapkan kepada dr. Agustin Kusumayati, M.Sc, Ph. D selaku ketua IAKMI dan Dekan FKM UI dapat membagi ilmunya dalam mengembangkan jurusan Kesehatan Masyarakat Unnes.

Memang tidak salah bila dalam workshop yang dilaksanakan ini mengundang dr. Agustin Kusumayati, M.Sc, Ph. D. karena dalam acara itu didapatkan informasi yang sangat luas. Diantaranya tantangan kedepan bagi lulusan S.KM. Tantangan tersebut diantaranya perlunya standarisasi kualitas bagi para lulusan S.KM. selain untuk melindungi tenaga kesehatan tersebut dari serangan atau persaingan dari tenaga kerja yang berasal dari luar negeri akibat persaingan pasar bebas, juga untuk melindungi dari segi kualitas. Sehingga diharapkan bahwa semua lulusan S.KM Unnes memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar. Olehkarenanya lulusan S.KM harus terstandarisasi kualitasnya kemudian setelah terstandarisasi dilanjutkan dengan proses registrasi. Proses awal dari standarisasi adalah jurusan harus membuat program perkuliahan dalam bentuk kurikulum, mata kuliah hingga praktikum yang mendukung proses standarisasi. dr. Agustin Kusumayati, M.Sc, Ph. D dalam materinya juga menyampaikan bahwa Kesehatan masyarakat yang saat ini memiliki berbagai peminatan telah mempunyai standar kurikulum yang dapat diaplikasikan dalam bentuk kurikulum.

Kegiatan dilanjutkan dengan workshop masing masing peminatan dalam menentukan bahan ajar dan materi perkuliahan yang akan dilaksanakan pada perkuliahan semester gasal 2016/2017. Diharapkan setelah workshop selesai, didapatkan hasil perangkat pembelajaran perkuliahan yang sesuai standar lulusan S,KM di Indonesia agar didapatkan lulusan S,KM dari Unnes yang berdaya saing tinggi di dunia kerja.(tp91)

Foto : https://web.facebook.com/mustafa.daruaffandi/posts/914530191988277

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: