Dosen Unnes Raih “Young Scientist Award” dari FAOPS

BAITUL AWARD

Dosen Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (Unnes) memperoleh penghargaan Young Scientist Award dari Federation of the Asian and Oceanian Physiological Societies (FAOPS) yang berbasis di Taiwan.

Penghargaan diberikan langsung oleh President FAOPS Prof Julie Yh Chan di Bangkok, Minggu (22/11) dalam kongres FAOPS ke-8. Penghargaan itu diperoleh Siti Baitul atas penelitiannya tentang obesitas yang dilakukan di Indonesia.

Melalui penelitian ini, Siti mengungkap latihan beban dan latihan Aquarobic terhadap obesitas dan remodeling tulang.

“Saya dapat menyimpulkan bahwa latihan beban dan latihan aquarobic dapat menurunkan derajat obesitas dan meningkatkan aktivitas remodeling tulang,” ungkap Siti Baitul.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar wanita obesitas untuk melakukan latihan beban dan latihan aquarobic sebagai upaya menurunkan derajat obesitas dan meningkatkan aktivitas remodeling tulang.

“Apabila penurunan obesitas menjadi tujuan utama, disarankan melakukan latihan aquarobic. Sebaliknya, apabila peningkatan aktivitas remodeling tulang menjadi tujuan utama, disarankan menggunakan latihan beban,” papar International Judges Aerobic Gymnastics ini.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman mengapresiasi penghargaan yang diterima salah satu dosennya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan apresiasi masyarakat internasional yang berharga.

“Tugas kita sebagai perguruan tinggi yaitu melalukan penelitian dan publikasi. Tentu akan lebih baik kalau publikasi tersebut juga diakses pembaca internasional,” katanya.

Public Speaking ala Annisa Widayati Sastrowilogo

PUBLIC SPEAKING

Menjadi pemimpin yang baik, tentu harus berani bicara di depan audience, termasuk saat berpidato, memimpin rapat, presentasi, dan juga saat mengajar.

Pakar public speaking Annisa Widayati Sastrowilogo menyampaikan itu saat menjadi pembicara pada Studium General, Rabu (18/11) di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang diikuti 247 mahasiswa PJKR semester 1 dan 3.

Annisa juga menyampaikan, untuk melatih public speaking harus dilakukan terus menerus, tekun dan mencari kesempatan untuk berbicara di depan umum meskipun suaranya kurang menarik.

“Ada bebarapa metode saat berbiacara didepan umum, yaitu dengan teknik menggunakan naskah seperti pidato presiden, metode hafalan (memoriter), dan juga metode spontanitas (impromtu),” tambah perempuan yang pernah bekerja di Metro TV tersebut.

“Tak hanya itu kita juga harus menghindari kecemasan, seperti melakukan persiapan dan latihan, menguasai materi dan harus menganggap demam panggung adalah hal biasa jika perlu menyanyilah sebelum acara dimulai” ungkapnya sambil tertawa.

Sebelumnya dalam kegiatan yang sama, Caly Setiawan PhD juga menjadi narasumber yang memberikan materi Komparasi Praksis Penjas antara Indonesia dan United States.

Ketua panitia Andry Akhiruyanto MPd mengatakan “kegiatan ini digelar setiap setahun sekali karena didalam mata kuliah PJKR ada mata kuliah Sport Jurnalism, sport Entertainer, dan Sport Entrepreneship yang akan menuntut guru untuk berbiacara di depan umum,” katanya.

Ade Rai Berikan Pencerahan

ADE RAI

Senin (16/11) bertempat di Ruang Rapat Prof. Husein Argasasmita, I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai atau lebih dikenal dengan nama Ade Rai telah memberikan pencerahan tentang arti dari hidup sehat. Pria berdarah Bali ini menjelaskan bahwa sehat adalah bukan tujuan akan tetapi sebuah jalan. Belajar dari cerita filosofi kucing (mengejar ekor kucing), kebahagiaan memang di ekor tapi tidak perlu dikejar karena jika kita sehat maka kebahagiaan yang akan mengejar kita (seperti ekor kucing yang senantiasa selalu mengikuti kemanapu kita pergi). Begitu juga dengan sehat, sehat janganlah dicari tetapi jalankanlah pola hidup yang baik dan sehat akan senantiasa kita dapatkan.

Kuliah umum yang diikuti oleh kurang lebih 200 mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan ini mengambil tema “Tingkatkan Kecerdasan Kebugaran Anda”. Sebagai salah satu contoh, pria yang awalnya menggeluti olahraga bulutangkis ini mencontohkan bahwa kita jangan mau sakit tetapi terkadang kita sering menyalahkan sesuatu yang berasal dari luar yang menyebabkan kita sakit, padahal kesehatan itu berada di dalam tubuh kita dan menjadi tanggung jawab kita. Dia juga menyampaikan bahwa sehat tidak menarik ketika ada dan akan terlihat sangat penting ketika sehat sudah menjauh dan lebih parahnya lagi kita baru akan mencari sehat jika sehat sudah pergi dan menjadi sangat susah.

Dalam sambutannya Pembantu Dekan Akademik Drs. Tri Rustiadi, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa karena diharapkan setelah memperoleh pengetahuan tentang kuliah umum ini mereka dapat memanfaatkan ilmu yang sudah didapat.

FGD FIK UNNES dengan KEMENPORA dan FIK UPI

bertempat di Ruang di Hotel MG Sweet Semarang, kamis (12/11)FIK mengadakan FGD Laboratorium IPTEK Olahraga dan Kesehatan Program Pengembangan Laboratorium terpadu yang di fasilitasi oleh Tim pengembang Laboratorium FIK UNNES. Dalam acara yang digelar sehari tersebut dibuka oleh Dekan FIK UNNES Prof. Tandiyo Rahayu mendatangkan para Guru Besar FIK Unnes, para ahli olahraga di lingkungan UNNES Serta menghadirkan pakar ahli yaitu Agus Rusdiana, M.Sc , Ph.D dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan Drs. Bambang Setiyono, M.Pd dari Kemenpora.

Dalam rencana pengembangan 3 tahun diharapkan FIK telah memiliki Laboratorium terpadu yang memiliki syarat dan berstandar Nasional. Dan dalam tahun 2015 saat ini merupakan tahap perencanaan gedung dan fasilitas pendukung Laboratorium terstandarisasi tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Agus Rusdiana, M.Sc , Ph.D pengembangan laboratorium sangat diperlukan. Karena dalam lab. Pengujian kesehatan dan olahraga akan dapat dilakukan pengembangan iptek, pengembangan kemampuan atlet dan pengujian kualitas fisik lainnya. Dalam prakteknya nanti diharapkan dengan adanya laboratorium IPTEK Olahraga dan kesehatan maka pola belajar di lingkungan FIK menjadi by riset. Sehingga mahasiswa dapat melakukan aplikatif langsung dan melakukan penelitian tentang olahraga dan kesehatan. Lebih lanjut mahasiswa diharapkan dapat membuat alat ukur dan alat uji yang dapat dimanfaatkan sebagai pengembangan keilmuan di bidangnya.

Drs. Bambang Setiyono, M.Pd selaku Asisten deputi Kemenpora menambahkan bahwa akan mendorong perguruan tinggi melakukan inovasi melalui pengembangan laboratorium olahraga yang inovatif dan fungsional dengan cara memfasilitasi peningkatan sarana . pada tahun 2005 telah ditandatangangi antara 11 rektor Eks IKIP dengan kemenpora yang bertujuan peningkatan pengembangan olahraga melalui pendidikan.

Diharapkan etelah acara ini maka langkah FIK UNNES memiliki laboratoriumIPTEK Olahraga dan KEsehatan terakreditasi semakin terbuka dan semakin lancer.

 

Visitasi Jurusan PKLO

VISITASI PKLO

Semarang – Minggu (8/11) bertempat di Ruang Rapat Senat, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKLO) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang mendapatkan visitasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sebelumnya Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi juga sudah mendapatkan visitasi dari BAN-PT di tahun ini, masing-masing mendapatkan Akreditasi A untuk Jurusan PJKR dan untuk sementara Akreditasi B untuk Jurusan IKM karena menunggu hasil banding meraka, diharapkan Akreditasinya dapat meningkat menjadi A. Jurusan Ilmu Keolahragaan (IKOR) rencananya juga tahun ini akan mendapatkan visitasi.

Tim Asesor BAN-PT yang terdiri dari Dr. Albadi Sinulingga, M.Pd dari Medan dan Dr. Asim, M.Pd. dari malang akan berada di FIK Unnes selama 3 hari yaitu 8-10 November 2015, ujar Drs. Tri Rustiadi, M.Kes. selaku Pembantu Dekan Bidang Akademik. Beliau juga mengatakan bahwa meraih akan lebih mudah daripada mempertahankan. Hal ini disebabkan karena Jurusan PKLO harus mempertahankan Akreditasinya karena sebelumnya Akreditasi Jurusan PKLO adalah A.

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu.

Tujuan dan manfaat akreditasi

  1. Memberikan jaminan bahwa program studi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT dengan merujuk pada standar nasional pendidikan yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan program studi yang tidakmemenuhi standar yang ditetapkan itu.
  2. Mendorong program studi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
  3. Hasil akreditasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi yang lain.

Mutu program studi merupakan cerminan dari totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses, keluaran, hasil, dan dampak, atau layanan/kinerja program studi yang diukur berdasarkan sejumlah standar yang ditetapkan itu.

Mahasiswa FIK Terbang Ke Singapura

SINGAPURA MAHASISWA

Dalam rangka ikut mendukung Universitas Negeri Semarang (Unnes) menjadi world class university dan melanjutkan program Gugus International Corner yaitu Sport Student Exchange, Jumat (6/11), sebelas mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes terbang ke Singapura. Mereka akan menempuh pendidikan short course di Institute of Technical Education (ITE) College, Singapura hingga 15 November 2015.

Kepada Pembantu Rektor Bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum mereka berpamitan untuk berangkat ke negeri singa tersebut, Kamis (5/11) di rektorat kampus Sekaran Gunungpati.

Kepada sebelas mahasiswa tersebut Prof Rustono berpasan agar mahasiswa mempelajari tradisi akademik di universitas yang dituju.

Menurutnya, selalu ada keunggulan di perguruan tinggi tertentu yang dapat dipelajari dan diadaptasi. “Pelajari pendidikan dan budaya mereka, agar bisa diimplementasikan di kampus kita,” katanya. “Jangan lupa, di sana Anda semua adalah duta bangsa. Perkenalkan Indonesia di sana,” lanjutnya.

Sebelumnya FIK Unnes telah mengirimkan 5 mahasiswanya untuk belajar di Srinakharinwirot University, Thailand. Dua diantaranya sudah kembali ke Indonesia sedangkan tiga lainnya masih belajar di sana. Selain mengirimkan mahasiswanya ke Thailand, FIK Unnes juga mengirimkan dosennya untuk memberikan kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di Thailand tersebut, mereka adalah Agus Widodo, S.Pd, M.Pd. dan Agus Raharjo, S.Pd, M.Pd.

Sejak tahun 2014, FIK Unnes telah menerima kurang lebih 23 mahasiswa dari berbagai negara untuk menimba ilmu di FIK Unnes, mereka antara lain 2 mahasiswa dari Mindanao State University-Iligan Institute of Techonology-Phillipina, 6 mahasiswa dari Mahasarakham University Thailand, 9 mahasiswa dari Srinakharinwirot University dan terakhir 6 mahasiswa dari VIA college University-Denmark.

selangkah menuju Lab Kalibrasi

bagaikan anak kecil yang sedang dalam tahap perkembangan, saat ini Laboratorium FIK Unnes sedang melangkah perlahan tapi pasti menuju Lab Terakreditasi KAN. Setelah tahun 2014 mendapatkan hibah untuk pengembangan laboratorium terakreditasi, maka di tahun 2015 ini FIK kembali dipercaya untuk melanjutkan program tersebut.  yang membanggakan adalah FIK Unnes satu satunya dari 5 fakultas yang dapat melanjutkan program pengembangan laboratorium pada tahap selanjutnya.

dalam rangka menuju lab terakreditasi, maka FIK UNNES mengirimkan 2 teknisinya untuk mendapatkan pelatihan kalibrasi instrumen bertempat di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI -Puspitek Serpong- Tangerang pada akhir bulan Oktober 2015. PElatihan ini adalah pelatihan lanjutan yang sebelumnya dilakukan di Bandung pada Bulan Juli 2015.  PElatihan dan sertifikasi yang berlangsung 4 hari ini mengulas teknik Kalibrasi waktu, suhu, volume dan dimensi. pelatihan ini diharapkan nantinya Laboratorium FIK dapat digunakan untuk mengkalibrasi peralatan pendukung perkuliahan dan penelitian.

kalibrasi sendiri merupakan proses membandingkan alat yang belum diketahui kebenaran hasil ukurnya dengan alat yang sudah diketahui kebenarannya. hal ini bertujuan untuk melihat apakah alat ukur tersebut masih layak digunakan dan mengetahui seberapa besar penyimpangan peralatan.  Hal ini sangat diperlukan dalam pengujian dalam penelitian dan pengembangan peralatan.

diharapkan nantinya Lab Kalibrasi FIK Unnes dapat diberdayakan maksimal untuk melayani permintaan pasar industri dan non industri di lingkungan Semarang.

Kerjasama pengembangan Jurnal Kesehatan Masyarakat

pagi ini(selasa 5/11)) Dekan FIK Prof. Dr. Tandiyo Rahayu menerima delegasi dari Fakultas Keperawatan dan  Kesehatan universitas Muhammadyah Semarang. Edy Soesanto, S.Kp, M.Kes sebagai dekan FKK Unimus menyampaikan maksud kunjungannya ke FIK Unnes adalah dalam rangka menjalin kerjasama pengembangan Jurnal Kesehatan masyarakat.

saat ini jurnal kesehatan masyarakat KEMAS milik FIK unnes adalah jurnal kesehatan masyarakat yang telah terakreditasi dan yang patut dibanggakan adalah hanya ada 5 jurnal kesehatan yang terakreditasi di Indonesia dan jurnal KEMAS adalah satu satunya jurnal Kesehatan masyarakat di Indonesia yang terakreditasi yang dimiliki oleh prodi Kesehatan masyarakat.

dalam rangka pengembangan jurnal, diperlukan masukan dan tukar menukar informasi dari berbagai pihak. selain itu jurnal yang terakreditasi juga sangat diperlukan bagi kaum akedimisi khususnya dosen sebagai sarana publikasi karya ilmiahnya.

diharapkan dengan pertemuan ini dapat meningkatkan kualitas publikasi dan karya ilmiah di antara lembaga perguruan tinggi.