Prof Dr dr Oktia Woro Kasmini Handayani…. Profesor Pertama Prodi Kesehatan Masyarakat

Akhirnya Prodi Kesehatan Masyarakat memiliki Profesor Pertama setelah pada hari selasa (11/8) Prof Dr dr Oktia Woro Kasmini Handayani telah resmi dikukuhan sebagai guru besar.

Prof Dr dr Oktia Woro Kasmini Handayani dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dengan pidato pengukuhan Profesor dalam bidang ilmu gizi berjudul “Makanan Jajanan Anak Antara Kebutuhabn dan Ancaman”.

Pengukuhan oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum di auditorium kampus Sekaran Gunungpati.

Hadir reviuwer Prof dr HM Sulchan SpGK dan Prof Dr dr Hardono dari Universitas Diponegoro Semarang.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, dengan dikukuhkannya Prof Oktia Woro Kasmini Handayani ini Unnes bertambah satu Profesornya. Dia merupakan Profesor ke 103 Unnes.
“Selamat dan sukses kepada Prof Woro (panggilan akrapnya) selamat bergabung menjadi anggota senat universitas.” Kata Rektor Unnes.

Rektor Unnes juga mengemukakan, pencapaian derajat Profesor ini jangan menjadi akhir dalam menimba ilmu, melainkan sebagai awal dari meniti karier. Mahasiswa dan warga masyarakat menunggu kiprah selanjutnya.

Prof Oktia Woro Kasmini Handayani, pada 2011 hasil peneliti yang dilakukan di Desa Pecuk, Jawa Tengah mendapat kesimpilan bahwa pada anak balita dan remaja sekolah, makanan jajanan sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi kabutuhan makanan anak.

Walaupun, jelas Prof Woro, dengan berbagai alasan sepserti anak tak suka makanan rumah, orang tua disibukkan dengan pekerjaan. Sehingga makanan jajanan merupakan faktor yang ikut menentukan status gizi anak.

Menurut Prof Woro, hasil penelitian pada SMA di Semarang memperoleh data bahwa jajanan merupakan penyumang terjadinya obisitas pada remaja, disampning faktor-faktor lain seperti aktivitas dan olahraga.

Hasil penelitian itu mendukung data di Indonesia bahwa kelompok usia 5-12 tahun menunjukkan prevelensi obisitas masih sangat tinggi yakni 18,8 persen. Bahkan kecenderungannya mengalami kenaikan dari 1,4 persen (2007) menjadi 18,8 persen (2013), kata Prof Woro.

tenaga akedemik berprestasi dari FIK

bertepatan dengan acara Upacara HUT Proklamasi RI ke 70 di lapangan FIK UNNES pada tanggal 17 Agustus 2015. turut diberikan pula penganugerahan kepada dosen dan karyawan di lingkungan Unnes. diantara sekian banyak karyawan dan dosen yang menerima penghargaan, dua diantaranya adalah karyawan dari FIK. Mustafa Daru Affandi S.T dan Ngatinah, A.Md. Mustafa Daru Affandi. S.T adalah teknisi laboratorium Kesehatan Masyarakat memperoleh Laboran Berprestasi ke 2 tingkat Unnes. Sedangkan Ngatinah A.Md merupakan pustakawan perpustakaan FIK merupakan pustakawan berprestasi ke 2 tingkat Unnes.

pada laporan penelitiannya, Mustafa mengangkat penjernihan air di laboratorium menggunakan metode elektrokoagulisa dan filtrasi untuk mendapatkan air dengan kualitas baik d laboratorium. seperti diketahui sebagian besar penggunaan air di wilayah kampus Unnes Sekaran menggunakan air tanah, sedangkan kualitas air tanah di wilayah Unnes sendiri mempunyai kandungan kapur yang tinggi. diharapkan dengan penelitian tersebut, didapatkan air dengan kualitas yang lebih baik sehingga masa penggunaan peralatan laboratorium menjadi lebih awet.

Hore….. di Sekaran sudah ada kolam renang untuk umum

Kolam Renang Tirta Sekar milik Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah resmi digunakan. Peresmian dilakukan oleh Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman tepat pada hari jadi kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Senin (17/8).

Tirta Sekar adalah kolam renang berstandar nasional. Terdapat tiga kolam di sana, meliputi kolam pemanasan, kolam utama, dan kolam arus.

Kolam utama sepanjang 50 meter dengan sepuluh lintasan itu memiliki kedalaman 1,5 meter di tepi dan 3 meter di tengah. Selain menjadi kolam latihan, kolam itu representatif untuk menggelar kompetisi nasional.

Rektor berharap keberadaan Kolam Renang Tirta Sekar memudahkan mahasiswa ilmu keolahragaan mengikuti kuliah renang. Mahasiswa tidak lagi perlu mencari kolam di luar seperti dilakukan selama ini.

Lebih dari itu, ia berharap, keberadaan kolam berstandar olimpik itu dapat meningkatkan gairah mahasiswa berprestasi.

Menurutnya, fasilitas yang memadai merupakan salah satu syarat pengembangan potensi atlet. Ia berharap, mahasiswa semakin giat berlatih sehingga kelak bisa mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

“Dari kolam ini, saya berharap kelak akan lahir atlet renang internasional,” katanya.

Pada tahap awal, kolam renang Tirta Sekar akan beroprasi dari pagi jam 08.00 dan ditutup pada pukul 17.00. diharapkan dengan adanya kolam renang di Sekaran. dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan warga sekitar.