Kesehatan Masyarakat menangkan Kurikulum Internasional

Prodi Kesehatan Masyarakat pada tahun ini memenangkan program kurikulum internasional yang diselenggarakan oleh IDB ( Islamic Development Bank ) melalui Unnes. Dalam kompetisi yang diikuti oleh seluruh prodi di Unnes melalui pengajuan proposal dan dokumen dokumen pelengkap lainnya, Prodi Kesehatan Masyarakat terpilih sebagai pemenangnya. Tim ini di ketuai oleh tim pengebangan kurikulum Prodi Kesehatan Masyarakat yang juga sebagai Kepala Laboratorium IKM Rudatin Windraswara S.T., M.Sc.

Tujuan program pengembangan kurikulum ini adalah dalam rangka meningkatkan kualitas kurikulum prodi agar mampu setara dengan kualitas internasional. Dalam pengembanganya, prodi yang mendapatkan program pengembangan kurikulum akan mendapatkan pendampingan dalam pengembangan kurikulum berbasis internasional, pelatihan dan peningkatan mutu para pengajar serta peralatan perkuliahan sebagai alat pendukung kurikulum berstandar internasional. “Kedepan diharapkan program ini dapat menjadi nilai jual Unnes di skala Internasional, dan terjadi pertukaran pelajar untuk mahasiswa prodi Kesehatan masyarakat” ucap Rudatin.

Pengembangan kurikulum bertahap ini antara lain kelas bilingual. Kelas yang menggunakan bahasa asing dalam perkuliahan ini akan dirintis oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Oleh karenanya  pengembangan kualitas dosen telah dipersiapkan jauh jauh hari dengan mengirimkan dosen untuk pelatihan kemampuan berbahasa asing bagi dosen. Hal ini juga diperkuat dengan beberapa dosen di prodi yang merupakan alumni dari universitas di luar negeri, diantaranya 1 orang dari Belanda, 1 orang yang sedang melanjutkan studi di Jepang  dan beberapa dosen yang telah mendapatkan short course di Taiwan.

Diharapkan ke depan Prodi IKM Unnes pada khususnya dan Unnes pada umumnya dapat setara dengan Universitas berskala Internasional lainya dan mampu bersaing dengan Universitas yang ada di Indonesia

Legenda Tenis Indonesia Berikan Kuliah Umum

yayuk

Rabu (26/4/2014) bertempat di Gedung Tenis Indoor FIK Unnes, 2 tokoh legenda tenis Indonesia hadir untuk memberikan kuliah umum di depan puluhan mahasiswa FIK. Mereka adalah Yayuk Basuki dan Suharyadi. Keduanya adalah Mantan Atlet Tenis Internasional yang pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia olahraga. Suharyadi (lahir 14 Februari 1965 ) adalah mantan petenis Indonesia. Ia bersama dengan Donald Wailan Walalangi pernah bermain di Olimpiade Seoul pada tahun 1988. Selain itu, ia pernah berpasangan dengan Yayuk Basuki di Asian Games 1990 di Beijing mewakili Indonesia di nomor ganda campuran yang meraih medali emas.

Sedangkan Sri Rahayu Basuki atau lebih dikenal dengan nama Yayuk Basuki lahir di Yogyakarta30 November 1970 (43 tahun) adalah pemain tenis dari Indonesia yang terkenal pada era tahun 1990-an.

Ia memulai karier profesional pada tahun 1990. Pada tahun berikutnya, ia menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai turnamen profesional. Sepanjang kariernya, Yayuk berhasil memperoleh enam gelar tunggal Tur WTA dan sembilan gelar dari ganda. Prestasi terbaiknya dalam turnamen Grand Slam adalah mencapai babak perempat final Wimbledon pada tahun 1997. Ia pensiun dari karier profesional pada tahun 2004.

Peringkat tertinggi yang pernah dicapainya adalah posisi ke-19 untuk bagian tunggal dan ke-9 untuk bagian ganda.

Pada acara yang diikuti lebih dari seratus mahasiswa FIK itu diawali dengan pengenalan tonis. Tonis sendiri adalah pengembangan olahraga tenis namun menggunakan lapangan badminton. Sehingga disebut tonis ( badminton-tenis). Pada acara inti Yayuk menceritakan bagaimana motivasi dirinya untuk menjadi seorang atlit profesional. Dia juga mengajarkan teknik dalam bermain tenis, bagaimana pola latihan serta bagaimana pola diet agar kondisi badan tetaap terjaga.

Di sesi lainnya, Suharyadi juga menceritakan bagaimana pengalamannya saat menjadi atlet nasional. Menurutnya yang paling utama adalah disiplin dalam latihan. Pria kelahiran 49 tahun lalu tersebut juga mempraktekkan tip dan trik dalam bermain tenis. Acara kemudian dilanjutkan dengan bermain tenis bersama para legenda olahraga tenis indonesia beserta para mahasiswa.